Menjajal Kecepatan 5G Di Korea Selatan Dengan Ponsel Terbaru Samsung

Samsung telah meluncurkan Galaxy Note 10 Plus 5G semenjak Agustus 2019 lalu. Konektivitas 5G pada Galaxy Note 10 dan Note 10 Plus ini terdapat pada System-on-Chip atau SoC dari Exynos 9825.
Chip ini disebutkan dapat membuat kinerja ponsel menjadi lebih cepat hingga mencapai 30 persen dan menghemat pengunaan daya sebesar 50 persen dibandingkan Exynos generasi sebelumnya.

SoC Exynos terbaru ini telah disiapkan utnuk era 5G. Caranya adalah dengan memasang Exynos Modem 5100 yang telah mendukung 5G NR untuk dapat terhubung ke jaringan 5G. Komponen ini menjadi pembeda antara Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10 Plus biasa yang mengusung 4G dengan versi 5G. Akan tetapi, sayangnya teknologi tersebut belum dapat dibawa oleh Samsung ke Indonesia karena regulasi 5G yang belum ada di Indonesia.

"Di Korea Selatan itu ada modem 5G. Desain dan spesifikasi hampir sama dengan Galaxy Note 4G, perbedaannya hanya penggunaan modem yang sudah mendukung 5G," kata Product Marketing Samsung Indonesia, Taufiq Furqan.

Menjajal Kecepatan 5G Di Korea Selatan Dengan Ponsel Terbaru Samsung

"Ketika ada jaringan 5G di Indonesia maka ponsel ini akan langsung dipasarkan," jelasnya
Pada saat ujicoba kecepatan 5G, Galaxy Note 10 Plus versi 5G ini mencatatkan download rate hingga 550 Mbps sedangkan upload rate sebesar 14,1 Mbps dan ping 17 ms untuk jaringan seluler terbesar di Korea Selatan yaitu Korea Telecom dan di lokasi Myeongdong yang merupakan pusat kota Seoul.

Jaringan 5G di Korea Selatan saat ini memang sudah digunakan akan tetapi tingka sebaran masih belum merata dikarenakan koneksi 5G dari Korea Telecom langsung hilang ketika berada di Bandara Internasional Incheon yang berada di barat Seoul.

Untuk beberapa lokasi lain di Seoul seperti Seoul Tower, koneksi 5G dapat digunakan akan tetapi dengan kecepatan yang sangat terbatas yaitu hanya 1 Mbps sehingga lebih mendukung menggunakan jaringan 4G yang mencapai 50-70 Mbps di seluruh Korea Selatan.

Taufiq mengatakan bahwa Samsung hingga saat ini baru akan merilis tiga perangkat dengan teknologi 5G. Selain Galaxy Note 10 Plus, terdapat juga Galaxy S10 yang telah diluncurkan pada April lalu, Galaxy A90 dan Galaxy Fold.

Selain di pasarkan di Korea Selatan, Samsung juga membawa perangkat 5G tersebut ke Amerika Serikat dan Australia. Di AS, Samsung merupakan salah satu pemegang paten 5G pertama yang memiliki sertifikasi dari Komisi Komunikasi Federal.

Sejauh ini, sudah ada dua juta pengguna yang akan menjadi gelombang pertama yang dapat menikmati sambungan 5G dengan menggunakan perangkat Samsung.

"Paling banyak Samsung itu yang menggunakan 5G ada di Korea Selatan. Sejauh ini banyak peminatnya karena merupakan teknologi generasi terbaru," jelas Taufiq.

Di Indonesia, Samsung belum menjual produk 5G mereka karena belum tersedianya jaringan 5G serta proses perizinan yang dipastikan akan sangat panjang berhubung belum ada regulasi yang mengatur mengenai penggunaan teknologi 5G secara komersil.

"Di Indonesia masih terbentur dengan proses, infrastuktur dan regulasi. Kami sudah menghubungi operator mengenai prospek dari jaringan 5G. Akan tetapi, sejauh ini Samsung sudah siap dengan produk 5G," kata Taufiq.

Post a Comment