Mesin Blokir IMEI Milik Kemenperin Baru Akan Beroperasi Optimal Pada Agustus

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastiakn bahwa mesin validasi nomor IMEI yang akan digunakan untuk memblokir ponsel black market baru akan berjalan optimal mulai Agustus yang akan datang.

Menurut Achmad Rodjih, Direktur Industri Elektronika dan Telematika Ditjen ILAMATE Kementerian Perindustrian, mesin ini sejauh ini belum diserahkan oleh pihak dari Kementerian Kominfo.

Achmad mengatakan bahwa mesin ini dijadwalkan baru akan diserahkan oleh Kemenkominfo pada bulan Agustus yang akan datang.

Mesin yang bernama Central Equipment Identity Register (CEIR) ini nantinya akan menjadi acuan untuk operator seluler dalam memblokir sinyal yang ada di ponsel BM.

Mesin Blokir IMEI Milik Kemenperin Baru Akan Beroperasi Optimal Pada Agustus

Ponsel yang memiliki nomor IMEI yang tidak terdaftar didalam mesin ini maka akan secara otomatis terblokir dari jaringan seluler di Indonesia. Achmad menjelaskan bahwa minggu depan, mesin ini seharusnya telah berada pada tahap pembangunan sistem dan integrasi CEIR.

Sambil menunggu mesin tersebut siap untuk digunakan, Kemenperin akan menggunakan CEIR versi cloud untuk dapat memproses pemblokiran ponsel BM dapat berjalan secepat mungkin.

"Tanggal 24 Agustus, CEIR versi hardware sudah dapat dioptimalkan. Tapi, kami mengharapkan dapat lebih cepat dari yang dijadwalkan. SDM dan infrastruktur terus kami persiapkan supaya siap ketika mesin CEIR ini siap untuk digunakan sehingga dapat dioperasikan secara maksimal," kata Achmad.

Didalam kesempatan yang sama, Nur Akbar Said, Kepala Subdirektorat Kualitas Layanan dan Harmonisasi Standar Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo mengatakan CEIR dengan versi cloud dan CEIR dengan versi hardware memiliki fungsi yang sama dan dapat digunakan untuk pemblokiran IMEI namun memiliki kapasitas yang berbeda dan lokasi dari server CEIR hardware yang akan berada di Indonesia.

"Dapat memblokir jika produk atau ponsel tidak terdaftar didalam TPP Produk, TPP Import dan data operator," kata Akbar.

Sebelumnya, regulasi pemblokiran ponsel melalui nomor IMEI ini telah diimplementasikan sejak 18 April lalu. Akan tetapi, penerapan aturan ini dianggap tidak optimal karena banyak ponsel BM yang masih dapat digunakan disebabkan oleh CEIR yang digunakan belum berjalan secara optimal.

Post a Comment